Rupiah Masih Tertekan Harga Minyak dan Risiko Fiskal
Tim Riset Bloomberg Technoz
17 March 2026 08:26

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) bergerak defensif. Dalam tiga hari terakhir, nilai kontrak rupiah sempat menyentuh level Rp17.000-an/US$ beberapa kali.
Pagi ini, Selasa (17/3/2026), rupiah offshore dibanderol Rp16.975/US$ saat pembukaan perdagangan. Namun satu jam setelah pembukaan rupiah sempat melemah dan menyentuh Rp17.016/US$ pada 05:24 WIB, lalu kembali menguat terbatas 0,3% menjadi Rp16.981/US$ pada 07:20 WIB.
Indeks dolar AS, meski kembali berada di level 99,87, masih menunjukkan tren penguatan. Situasi ini membawa pergerakan beragam bagi mata uang Asia.
Penguatan terjadi pada baht Thailand, ringgit Malaysia, dan dolar Hong Kong. Sebaliknya, yen Jepang, dolar Singapura, dan yuan offshore China kembali tergelincir.
Harga Minyak































