Logo Bloomberg Technoz

Sentimen Harga Minyak Masih Menekan Rupiah dan Mata Uang Asia

Tim Riset Bloomberg Technoz
09 March 2026 15:29

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini, Senin (9/3/2026), ditutup melemah 0,23% di posisi Rp16.945/US$. Kala pembukaan pasar, mata uang Ibu Pertiwi sempat ambruk 0,64% ke Rp17.015/US$. 

Pergerakan rupiah sejalan dengan pelemahan mata uang Asia akibat naiknya harga minyak mentah dunia ke atas US$100 per barel, seperti ramalan ekonom jika perang di Timur Tengah berlangsung lebih lama.

Pergerakan rupiah spot pada Senin (9/3/2026). (Bloomberg)

Dari pasar Asia, hari ini peso Filipna melemah paling dalam sebesar 0,82%, dolar Taiwan 0,75%, rupee India 0,57%, ringgit Malaysia 0,43%, yen Jepang 0,42%, baht Thailand 0,38%.


Lalu, yuan offshore 0,25% disusul Indonesia 0,23% dan dolar Singapura 0,20%, dan won Korea Selatan 0,19%. 

Pergerakan nilai tukar mata uang Asia pada Senin (9/3/2026) (Bloomberg)

Berdasarkan laporan MUFG, mata uang Asia yang paling rentan terhadap lonjakan harga minyak adalah won Korea Selatan, rupee India, dan peso Filipina.