Awali Pekan, Rupiah Tertekan di Atas Rp18.100/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
08 June 2026 09:12

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan hari ini, Senin (8/6/2026), dengan pelemahan 0,47% ke Rp18.105/US$. Pelemahan rupiah dipicu oleh memburuknya sentimen global dengan kenaikan indeks dolar Amerika Serikat (AS) ke 100,11.
Begitu juga harga minyak kembali melonjak, minyak Brent sempat melonjak hingga 3,6% ke level US$96,47 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sempat mendekati US$94 per barel sebelum memangkas sebagian penguatannya.
Kenaikan harga minyak mentah dipicu oleh ketidakpastian geopolitik yang kembali meningkat setelah serangan rudal Iran ke arah Israel, yang meningkatkan kekhawatiran bahwa upaya gencatan senjata di kawasan tersebut akan gagal.
Ketidakpastian ini semakin memperbesar risiko gangguan pasokan energi global, dan membuat sebagian besar investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Selain rupiah, mata uang kawasan juga ikut terdampak. Pelemahan paling tajam hari ini terjadi pada ringgit Malaysia yang jatuh ke level terendah sejak Januari.

























