Logo Bloomberg Technoz

Korban Tewas Gempa M7,8 Filipina Bertambah Jadi 35 Orang

News
09 June 2026 07:33

Ilustrasi gempa bumi. (Soichiro Koriyama/Bloomberg)
Ilustrasi gempa bumi. (Soichiro Koriyama/Bloomberg)

Andreo Calonzo dan Neil Jerome Morales - Bloomberg News

Bloomberg, Filipina diguncang gempa bumi terdahsyat dalam lima dekade terakhir. Bencana alam ini menewaskan setidaknya 35 orang, memaksa puluhan ribu warga mengungsi, serta merusak bangunan-bangunan di Pulau Mindanao yang berada di wilayah selatan.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dan otoritas Filipina sama-sama mengestimasi gempa tersebut berkekuatan Magnitudo 7,8. Gempa yang mengguncang pada pukul 07.37 pagi waktu Manila ini merupakan yang paling kuat yang pernah melanda negara Asia Tenggara tersebut sejak tahun 1976, sekaligus menjadi gempa terkuat di dunia sepanjang tahun ini berdasarkan data USGS.


Melansir laporan Associated Press, setidaknya 35 orang dikhawatirkan meninggal dunia. Salah satu korban tewas akibat serangan jantung, sementara korban lainnya meninggal setelah tertimpa reruntuhan bangunan di Provinsi Cotabato Selatan. Selain korban jiwa, sekitar 70.000 warga terpaksa mengungsi dan lebih dari seratus orang mengalami luka-luka. Institut Volkanologi dan Seismologi Filipina juga melaporkan adanya gelombang tsunami setinggi 1 meter yang sempat menerjang sepanjang pesisir beberapa provinsi di bagian selatan.

Menyikapi skala kerusakan yang masif, pemerintah pusat telah menjanjikan kucuran dana darurat untuk wilayah terdampak serta mengirimkan alat-alat berat guna membantu proses pembersihan puing-puing bangunan. Berbagai instansi terkait juga berkomitmen untuk segera memulihkan jaringan listrik serta memperbaiki akses jalan dan jembatan yang terputus.