Di Luar Negeri, Rupiah Sudah di Atas Rp18.200/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
09 June 2026 08:32

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah di pasar luar negeri, seiring menguatnya indeks dolar AS dan harga minyak mentah yang terus melambung.
Di perdagangan pasar Non-Deliverable Forwards (NDF), rupiah dibanderol Rp18.203/US$, setelah melemah 0,07% pada 07:30 WIB. Pelemahan ini dipicu penguatan dolar AS terhadap enam mata uang utama ke 100,4, dan harga minyak mentah masih bertahan di posisi US$94,06 per barel, setelah sempat terkoreksi 0,2%.
Selain itu, prospek kebijakan AS yang semakin hawkish juga berpotensi terus menekan mata uang Asia. Meski begitu, koreksi harga minyak mentah pada sesi perdagangan pagi ini sedikit memberi ruang rebound bagi sebagian mata uang kawasan.
Dari pasar yang sudah buka, won Korea Selatan menguat 0,39%, disusul ringgit Malaysia 0,08%, baht Thailand 0,06%, yuan offshore 0,03%, dan dolar Hong Kong 0,01%. Sebaliknya, yen Jepang menyusut 0,01%.
Dari dalam negeri, tekanan bagi rupiah masih datang dari kinerja perekonomian yang belum menggembirakan. Di sisi lain, tekanan global yang datang menjadi jauh lebih kuat lantaran investor meragukan konsistensi kebijakan domestik.

























