Rupiah Ditutup Melemah di Rp18.178/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
08 June 2026 15:54

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan sore ini dengan pelemahan 0,87% ke Rp18.178/US$, Senin (8/6/2026). Ini menjadi posisi penutupan (closing) terlemah sepanjang sejarah.
Pelemahan rupiah dipicu oleh menguatnya indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama, berada di 100,09. Begitu juga dengan harga minyak mentah dunia kembali terkerek naik 5,09% menjadi US$97,83 per barel, setelah ketidakpastian geopolitik kembali menghangat pasca penyerangan rudal Iran ke arah Israel.
Kondisi ini membawa pegerakan mata uang kawasan di zona merah. Setelah ringgit dan rupiah, rupee India menyusul bersama baht Thailand, peso Filipina dan dolar Taiwan.
Sebaliknya, won Korea Selatan menguat 1,8%, disusul dolar Singapura dan yuan offshore menguat terbatas masing-masing 0,06% dan yuan China serta yen Jepang masing-masing 0,05% dan 0,04%.
Hari ini, pelemahan rupiah didorong dengan data cadangan devisa yang tergerus selama lima bulan beruntun sebanyak US$11,57 miliar. Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menyebut pelemahan rupiah yang menembus Rp18.000/US$ dan penurunan tajam IHSG sebagai gejala memburuknya kepercayaan pasar, bukan semata-mata pelemahan nilai tukar biasa.



























