Menkes: Indonesia Kini Lebih Butuh Dokter Penyakit Dalam
Dinda Decembria
08 June 2026 17:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan kebutuhan tenaga dokter spesialis di Indonesia mengalami pergeseran seiring perubahan struktur demografi dan pola penyakit masyarakat. Saat ini, menurutnya, kebutuhan dokter spesialis penyakit dalam mulai lebih besar dibandingkan dengan dokter anak.
Budi menjelaskan, Kementerian Kesehatan menghitung kebutuhan tenaga medis berdasarkan proyeksi populasi, perubahan usia penduduk, serta tren penyakit yang berkembang dalam masyarakat. Perhitungan tersebut digunakan untuk menyusun peta kebutuhan tenaga kesehatan hingga 10 tahun mendatang.
Menurut dia, kondisi Indonesia saat ini berbeda dibandingkan dengan beberapa dekade lalu ketika jumlah balita masih mendominasi populasi. Saat itu, kebutuhan dokter anak menjadi lebih besar. Namun kini, jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di sejumlah kabupaten dan kota bahkan telah melampaui jumlah balita.
"Kalau dulu Indonesia lebih banyak balita sehingga dibutuhkan lebih banyak dokter anak, sekarang lansia itu sudah di beberapa kabupaten/kota lebih banyak dari balita. Otomatis spesialis penyakit dalam itu dibutuhkan lebih banyak daripada spesialis anak atau spesialis obgyn," kata Budi di Rapat Kerja Komisi X, Jakarta Senin (08/06).
Ia menambahkan bahwa perubahan demografi tersebut juga diikuti oleh perubahan pola penyakit. Penyakit yang sebelumnya relatif jarang ditemukan, seperti demensia, Alzheimer, dan Parkinson, kini semakin banyak dijumpai karena meningkatnya populasi usia lanjut.





























