Logo Bloomberg Technoz

Kredit Tumbuh Lambat, Program 3 Juta Rumah Dinilai Belum Optimal

Mis Fransiska Dewi
05 March 2026 09:30

Pekerja merenovasi rumah subsidi pemerintah di Kawasan Ciseeng Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/7/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja merenovasi rumah subsidi pemerintah di Kawasan Ciseeng Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/7/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)  atau SMF menilai program 3 juta rumah per tahun yang menjadi janji kampanye Presiden Prabowo Subianto belum terlihat secara signifikan mendorong pertumbuhan kredit di sektor perumahan. 

Kepala Divisi Riset Ekonomi PT SMF, Martin D. Siyaranamual memaklumi hal itu lantaran program tersebut berada pada tahap awal implementasi. Evaluasi terhadap efektivitas program tersebut menjadi salah satu tanggung jawab PT SMF sebagai lembaga penyedia likuiditas pembiayaan perumahan.

Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi perseroan saat ini berkaitan dengan kondisi likuiditas di sektor keuangan. Sebagai lembaga yang menyediakan pendanaan bagi institusi keuangan, PT SMF sangat bergantung pada dinamika perbankan. 


Sementara hingga saat ini, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit.

‎"Saat ini paling tidak di perbankan, itu pertumbuhan DPK itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kredit," tutur dia.