Logo Bloomberg Technoz

Analis: Timur Tengah Panas, Rupiah Berpotensi Tembus Rp17.400/US$

Mis Fransiska Dewi
04 March 2026 14:30

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Analis mata uang memproyeksikan rupiah dapat tembus hingga Rp17.400/US$ hingga akhir tahun dipengaruhi berbagai sentimen seperti perang Timur Tengah yang memanas, terganggunya Selat Hormuz, perang dagang, hingga perpolitikan di Amerika Serikat (AS). 

“Rp17.400/US$ itu di akhir tahun dan ini kemungkinan besar karena kondisi Timur Tengah yang memanas, selat Hormuz masih tutup, kemudian perang dagang, perpolitikan di Amerika yang kemungkinan besar akan tercapai ke situ [Rp17.400/US$],” kata analis mata uang Ibrahim Assuaibi saat dihubungi, Rabu (4/3/2026). 

Dia memperkirakan di bulan ini rupiah akan mencapai 17.000/US$ atau dalam jangka pendek. Sementara hingga akhir tahun akan banyak sentimen yang bisa memengaruhi peningkatan nilai tukar rupiah. 


“Trump saja yang mahkamah konstitusi sudah mengilegalkan perang dagang masih menerapkan perang dagang 15% kan. Artinya apa? Ini kan masih membuat perpolitikan di Amerika akan memanas,” tutur dia. 

Ibrahim menyebut eskalasi AS dan Israel terhadap Iran meluas dan memperparah infrastruktur energi di negara-negara Teluk hingga kapal tanker di Selat Hormuz.