Logo Bloomberg Technoz

“Kapal tanker dan kapal kontainer juga menghindari jalur air tersebut karena perusahaan asuransi telah membatalkan pertanggungan mereka untuk kapal-kapal tersebut, sementara tarif pengiriman minyak dan gas global telah melonjak,” ujarnya. 

Menurutnya, kekhawatiran tentang transit di jalur air tersebut meningkat setelah media Iran melaporkan bahwa seorang pejabat senior Garda Revolusi Iran mengatakan Selat Hormuz ditutup. Iran juga memperingatkan akan menembak kapal mana pun yang mencoba melewatinya. 

Pada Rabu pagi ini, kontrak rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) stagnan pada level penutupan kemarin Rp16.905/US$. Tak berselang lama rupiah kembali melemah 0,11% ke Rp16.923/US$ pada 07.15 WIB. Bahkan tadi malam data Bloomberg juga menunjukkan rupiah offshore sempat menyentuh Rp17.020/US$ pada pukul 22.22 WIB. 

Adapun level rupiah NDF ini jadi yang terlemah yang pernah diperdagangkan di pasar offshore secara year-to-date (ytd) sejak awal tahun. Pada 20 Januari, rupiah NDF sempat menyentuh Rp16.993/US$, namun berhasil turun dalam sepekan kemudian pada 27 Januari ke Rp16.698/US$. 

Rupiah offshore kembali tertekan oleh penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang tercatat 0,68% dan berada di level 99 lagi, setelah beberapa pekan berada di rentang 96 dan 97-an. 

Di tengah kondisi saat ini dengan tekanan global yang cukup kuat, rupiah kembali berada dalam bayang-bayang pelemahan. 

Merespons hal itu, Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus hadir di pasar untuk mengintervensi dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar untuk mencegah dampak dari meluasnya konflik Timur Tengah. 

Deputy Gubernur Senior Destry Damayanti mengatakan intervensi yang tegas dan konsisten akan terus dilakukan melalui transaksi NDF di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward  (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder. 

“Pelemahan rupiah masih aligned dengan regional, secara MTD melemah 0,51%, relatif lebih baik dibandingkan regional,” jelas Destry dalam keterangan resmi.

Dia menjelaskan cadangan devisa juga tetap terjaga di level US$154,6 miliar pada akhir Januari 2026 dan arus masuk modal asing di pasar keuangan domestik selama 2026 tercatat sejumlah Rp25,7 triliun.

(ell)

No more pages