Logo Bloomberg Technoz

"Kami ingin PMI bukan hanya mengirim uang, tapi membangun masa depan keuangan yang lebih kuat dan aman," tuturnya. 

Sebagai catatan, layanan remitansi BSI telah menjangkau 14 negara dengan lebih dari 30 mitra global, antara lain Malaysia, Hong Kong, Singapura, Jepang, Australia, Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Selandia Baru, Qatar, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Indonesia.

Pada kesempatan sebelumnya, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mencatat para pekerja migran RI telah menyumbang devisa sebanyak US$8,4 miliar atau sekitar Rp140 triliun (asumsi kurs Rp16.707/US$) melalui remitansi hingga kuartal II-2025. 

Mengutip dari data Statistisk Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI) Bank Indonesia (BI), Menteri P2MI Mukhtarudin menuturkan, pada 2024 jumlah remitansi mencapai US$15,7 miliar atau sekitar Rp262,30 triliun dari sebanyak 534 ribu layanan penempatan. 

"Untuk tahun 2025 sudah tercatat 233 ribu pekerja migran ditempatkan 2025. Itu remitansinya kurang lebih Rp136 triliun," kata Mukhtarudin dalam acara Edukasi Keuangan Bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jakarta, dikutip Selasa (11/11/2025). 

Ia lantas menjelaskan, angka remitansi pada 2024 silam menyumbang sekitar 1% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara. 

Mukhtarudin menilai, angka ini terbilang masih jauh tertinggal dari negara lainnya, seperti Filipina, yang di tahun sebelumnya mencapai Rp600 triliun. 

Hal ini terjadi sebab Filipina memiliki sistem pekerja migran yang lebih terstruktur. Bahkan, edukasi tentang pekerja migran sejak Sekolah Dasar (SD) sudah terkurikulum. Sementara Indonesia baru memulai pembenahan sistem tersebut. 

(ell)

No more pages