Logo Bloomberg Technoz

Free Float Masih di Bawah 15%, BRIS Konsultasi ke Danantara

Pramesti Regita Cindy
06 February 2026 18:02

Nasabah mengantre untuk melakukan layanan perbankan di kantor cabang BSI, Thamrin, Jakarta, Rabu (10/5/2023). (BloombergTechnoz/ Andrean Kristianto)
Nasabah mengantre untuk melakukan layanan perbankan di kantor cabang BSI, Thamrin, Jakarta, Rabu (10/5/2023). (BloombergTechnoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI bakal berkonsultasi dengan BPI Danantara terkait rencana peningkatan porsi saham beredar atau free float perseroan yang saat ini masih berada di kisaran 10%.

Konsultasi ihwal free float itu belakangan menjadi krusial di tengah upaya Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengerek saham beredar perusahaan terdaftar minimal 15% saat ini.

“Kami akan berkonsultasi terus kepada Danantara dalam setiap tahapan termasuk mendiskusikan beberapa hal lain yang terkait dengan equity. Termasuk journey BSI menjadi bank yang lebih besar lagi masuk KBMI 4 dan seterusnya," kata Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho dalam konferensi pers perseroan, Jumat (6/2/2026). 


Dia menambahkan, kebijakan peningkatan free float berpotensi menjadi pemicu percepatan langkah korporasi BSI dalam memperluas kepemilikan saham publik.

Di sisi lain, dia menilai positif rencana regulator tersebut untuk memperbaiki likuiditas perdagangan saham di bursa nantinya.