Logo Bloomberg Technoz

Investor Asing Net Buy Pasar Saham Kala BI Rate Ditahan

Muhammad Julian Fadli
20 February 2026 08:30

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada perdagangan saham kemarin, Kamis 19 Februari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup hari di zona merah dengan pelemahan 0,43% terpeleset di posisi 8.274. Diam–diam investor asing borong saham saat BI Rate ditahan di level 4,75%.

Berseberangan dengan tren turun IHSG, investor asing gencar melangsungkan beli bersih (net buy) mencapai Rp387,8 miliar pada perdagangan saham seluruh pasar. Namun memang, pada pasar reguler investor asing justru net sell Rp245,37 miliar.

Adapun investor asing mencatat net buy terbesar pada saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencapai Rp249,95 miliar. Terdorong giat pembelian, saham MBMA menguat 15,29% di posisi Rp905/saham.


Berikut 10 saham dengan angka net buy tertinggi yang paling jadi incaran akumulasi oleh investor asing sepanjang perdagangan Kamis (19/2/2026):

  1. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Rp249,95 miliar
  2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp172,95 miliar
  3. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp113,01 miliar
  4. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp103,58 miliar
  5. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp93,21 miliar
  6. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp83,1 miliar
  7. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp75,87 miliar
  8. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp43,07 miliar
  9. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) Rp42,21 miliar
  10. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp41,22 miliar

Sedang pada kesempatan yang sama, investor asing net sell yang deras terhadap saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp391,19 miliar. Imbas manuver jual, saham BBCA melemah 1,37% hingga berada di posisi Rp7.175/saham.