Logo Bloomberg Technoz

Peluang Turunkan BI Rate Masih Terbuka, Ini Syaratnya

Redaksi
20 February 2026 14:16

BI Rate Ditahan Tetap 4,75%. (Diolah dari Berbagai Sumber)
BI Rate Ditahan Tetap 4,75%. (Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kondisi nilai tukar rupiah yang masih cenderung volatil membuat Bank Indonesia (BI) tak punya pilihan banyak saat ini selain menahan tingkat suku bunga lebih lama di 4,75% meski tekanan pelonggaran terus diserukan oleh otoritas fiskal. 

Namun, bukan berarti BI tak mempertimbangkan kebijakan pro-growth. Dalam konferensi pers kemarin, Kamis (19/2/2026), Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan masih membuka ruang untuk menurunkan suku bunga tahun ini. Volatilitas nilai tukar rupiah masih jadi pertimbangan utama mengapa BI Rate belum juga dipangkas. 

“Tetapi kondisi global yang masih tinggi ketidakpastiannya, kami akan data dependent, akan di pantau terus apakah ada kesempatannya untuk merealisasikan ruang penurunan suku bunga. Pada dua hari ini kami berdiskusi untuk tetap mempertahankan BI Rate tetap sama 4,75%," kata Perry. 


Sebagai catatan, nilai tukar rupiah sepanjang tahun telah tergerus sebanyak 1,13% dan menjadi mata uang terlemah di Asia.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS secara year-to-date hingga Jumat siang (20/2/2026). (Bloomberg).

Sehingga, BI mengambil langlah stabilisasi rupiah di tengah ketidakpastian yang terjadi belakangan ini, sambil tetap membuka ruang penurunan suku bunga lanjutan jika prakiraan inflasi 2026–2027 tetap berada dalam sasaran 2,5 plus minus 1% dan kebutuhan mendorong pertumbuhan menguat.