Direktur Jenderal Hortikultura, Muhammad Taufiq Ratule menyampaikan, secara umum stok cabai rawit merah di tingkat nasional dalam kondisi aman, bahkan surplus. Penambahan pasokan di PiKJ ini dilakukan agar harga kembali wajar tanpa merugikan petani.
Aksi Guyur Pasokan Cabai ini dilakukan Kementan dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bareskrim selaku Satgas Pangan, Paguyuban Pedagang PIKJ, serta dinas daerah untuk memastikan distribusi berjalan lancar.
"Aksi Guyur Pasokan ini akan berlangsung hingga 14 hari ke depan atau hingga harga stabil. Kementan bersama semua pihak akan mengawal penuh dan memastikan suplai dari sentra produksi ke PIKJ," ungkapnya.
Sementara itu, dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan agar harga bahan pangan stabil, terutama menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). "Pemerintah akan terus melakukan upaya sebaik mungkin. Targetnya jelas, petani untung, konsumen tersenyum," ujar Amran.
Merujuk pada panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Jumat (20/2/2026) harga cabai rawit merah masih berada di level Rp77.575 per kg, lebih tinggi 36,1% dibandingkan dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang berada di rentang Rp40.000-Rp57.000.
Di DKI Jakarta, harga rata-rata cabai rawit merah ini mencapai Rp113.438 per kgnya atau lebih tinggi 99,01% dibandingkan dengan HAP
(ell)



























