Sovereign wealth fund yang baru dibentuk Indonesia, yaitu Danantara, saat ini sedang menjalankan berbagai proyek hilirisasi. "Kami terus maju dengan pengolahan industri hilir. Dan saya pikir Danantara akan menjadi mesin kunci untuk langkah ini. Misalnya, kami baru saja memulai 18 proyek baru, pengolahan hilir pada tahun ini," Prabowo mengungkapkan.
Prabowo mengatakan, Danantara mampu menjadi mitra utama bagi perusahaan maupun investor di sektor industri. "Saya pikir bagi perusahaan Amerika, Indonesia tidak hanya akan menjadi pasar yang menarik, tetapi kami juga berharap bahwa Indonesia akan digunakan sebagai basis produksi. Indonesia dapat dilihat sebagai mitra strategis yang baik untuk kawasan ini," ucapnya.
Ia pun menerangkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia kuat. Pertumbuhan ekonomi stabil di atas 5 persen. Inflasi terkendali. Pemerintah menjaga disiplin fiskal. Stabilitas negara terjaga. Karena itu, Indonesia adalah tujuan investasi yang menarik bagi para investor asing.
"Foreign Direct Investment (FDI) sangat baik. Tahun lalu mencapai USD 53 miliar. Ini mencerminkan kepercayaan terhadap ekonomi kita, ukuran pasar kita, potensi pertumbuhan, stabilitas politik, dan arah kebijakan kita," ucapnya.
Diakui Prabowo, terdapat berbagai persoalan yang perlu diatasi oleh pemerintahannya. Di antaranya korupsi, penyelundupan, aktivitas ekonomi ilegal. Saat ini pemerintah sedang berupaya memberantas hal-hal tersebut. "Saya memilih menghadapi masalah ini secara langsung," tegasnya.
Ia menyampaikan harapannya agar kerja sama Indonesia dan AS semakin kuat ke depan dan dapat menciptakan kemakmuran bersama. "Kami ingin Amerika Serikat menjadi mitra strategis jangka panjang. Saya menutup dengan harapan bahwa hubungan Indonesia dan Amerika Serikat akan terus berkembang. Mari kita sejahtera bersama. Win-win. Semua pihak mendapat manfaat," tutupnya.
(red)






























