Logo Bloomberg Technoz

IHSG Balik Arah ke Zona Merah Tersengat Pelemahan Rupiah

Muhammad Julian Fadli
15 April 2026 10:55

Siswa di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Siswa di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Sesi I Rabu (15/4/2026) berbalik arah jadi melemah 0,38% di posisi 7.646, usai rupiah melemah (lagi) menuju level Rp17.138/US$, menyentuh level terendah sepanjang sejarah (All Time Low/ATL) pada pagi hari ini per pukul 10:10 WIB.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar, saham–saham big caps, juga menjadi pemberat IHSG sepanjang perdagangan. Saham–saham konsumen non primer, saham keuangan, dan saham energi mencatatkan pelemahan paling dalam, dengan masing–masing melemah 0,56%, 0,45% dan 0,25%.

IHSG balik arah hingga terus melemah, rentang perdagangan terjadi 7.773 sampai dengan terlemahnya 7.642. Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp9,41 triliun dari sejumlah 20,79 miliar saham yang diperjualbelikan dengan frekuensi terbilang 1,32 juta kali.


Tercatat ada pelemahan 294 saham, dan sebanyak–banyaknya masih ada 334 saham terjadi penguatan. Sedang terdapat 182 saham stagnan.

Berikut adalah saham–saham berbobot besar yang jadi sebab balik arahnya IHSG, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 4,2%, dan saham PT Vktr Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) drop 4%. Dilanjutkan oleh pelemahan pada saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) terpeleset 4%, dan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang terjatuh 3,2%.