Logo Bloomberg Technoz

Industri Bioetanol RI Dinilai Sulit Menyamai Brasil, Ini Sebabnya

Pramesti Regita Cindy
14 April 2026 13:20

Ilustrasi bahan bakar nabati (BBN) bioetanol./Bloomberg-Si Barber
Ilustrasi bahan bakar nabati (BBN) bioetanol./Bloomberg-Si Barber

Bloomberg Technoz, Jakarta – Proyek pengembangan bioetanol berbasis tebu di Indonesia dinilai akan sulit meniru keberhasilan Brasil.

Hal tersebut disampaikan oleh peneliti Jeffrey Hutton, dalam laporannya bertajuk Why is Food Estate not the Answer for Food and Energy Security? yang dilakukan bersama dengan Center of Economic and Law Studies (Celios) belum lama ini. 

Menurut Hutton, keberhasilan Brasil dalam mengembangkan industri bioetanol tidak terjadi dalam waktu singkat, melainkan membutuhkan investasi sekitar US$25 miliar dan waktu hingga 20 tahun dengan konsistensi kebijakan sejak akhir 1970-an hingga 1990-an.


"Kami membandingkan rencana Indonesia dengan Brasil, karena Brasil menggunakan tebu. Industri Brasil sukses, tetapi membutuhkan US$25 miliar dan 20 tahun kepemimpinan kebijakan yang stabil (dimulai akhir 70-an hingga 90-an)," kata Hutton dalam paparan untuk laporannya tersebut.

"Brasil memiliki rantai pasok yang luas dan teknologi produksi maju yang menghindari kompetisi langsung dengan industri pengolahan makanan, sehingga tidak menaikkan biaya molase," tegasnya.