Industri Tekstil Cari Impor Baru, tapi Pasokan Global Terbatas
Pramesti Regita Cindy
15 April 2026 10:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (Apsyfi) mulai mencari alternatif sumber impor bahan baku di tengah meningkatnya ketidakpastian global, usai gagalnya perundingan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran di Islamabad, Pakistan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Apsyfi Farhan Aqil Syauqi menyatakan telah menjalin komunikasi dengan sejumlah negara produsen bahan baku polyester sebagai langkah diversifikasi. Namun, sama halnya dengan yang mereka alami, negara-negara tersebut juga menghadapi keterbatasan pasokan.
"Kita sudah coba komunikasi dengan negara-negara penghasil bahan baku polyester. [Tapi ternyata] mereka juga terbatas supply-nya dan harga menyesuaikan harga minyak dunia," kata Farhan kepada Bloomberg Technoz, Selasa (14/4/2026).
Kondisi ini, kata Farhan, juga membuat industri tektil turut memantau perkembangan biaya logistik di tengah memanasnya situasi ketegangan di kawasan Timur Tengah. Meski sejauh ini ia menyatakan belum ada peralihan rute distribusi, namun risiko gangguan rantai pasok tetap menjadi perhatian.
"Sejauh ini, untuk industri hulu tekstil masih terkendala fluktuasi harga minyak, kurs, dan supply bahan baku," jelasnya.






























