Logo Bloomberg Technoz

BKPM Klaim Pelemahan Rupiah Masih Bisa Diterima Investor

Pramesti Regita Cindy
15 January 2026 17:14

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir belum berdampak signifikan terhadap biaya dan minat investasi.

Menurut Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menilai pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berada dalam rentang yang dapat diterima oleh investor asing.

"Kalau kita lihat, ini kenaikan dolar AS itu kan bukan satu penaikan yang meningkat terus, ini kan masih naik turun, dan saya melihatnya ini masih dalam range [rentang] yang sangat acceptable [dapat diterima] oleh investor luar juga," kata Rosan ketika ditemui di kantornya di Jakarta, Kamis (15/1/2026). 


Lebih jelasnya ia menjelaskan, fluktuasi nilai tukar rupiah sejatinya sudah diperhitungkan oleh investor sejak awal sebelum menanamkan modal di Indonesia. Dengan demikian, pelemahan rupiah tidak serta-merta membuat biaya investasi menjadi mahal atau mengganggu rencana investasi.

"Jadi pergerakan [Rupiah] itu sudah masih dalam range [rentang] yang sangat acceptable," tegas dia.