Logo Bloomberg Technoz

BI Lakukan Intervensi Usai Rupiah Sempat Tembus Rp17.000

Mis Fransiska Dewi
04 March 2026 09:25

Warga menukarkan uang dolar AS ke rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga menukarkan uang dolar AS ke rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus hadir di pasar untuk mengintervensi dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar untuk mencegah dampak dari meluasnya konflik Timur Tengah. Hal ini terjadi setelah rupiah yang semakin melemah di pasar mancanegara dan menyentuh lebih dari Rp17.000/US$. 

Pada Rabu pagi ini, kontrak rupiah Non-Deliverable Forward (NDF) stagnan pada level penutupan kemarin Rp16.905/US$. Tak berselang lama rupiah kembali melemah 0,11% ke Rp16.923/US$ pada 07.15 WIB. Bahkan tadi malam data Bloomberg juga menunjukkan rupiah offshore sempat menyentuh Rp17.020/US$ pada pukul 22.22 WIB. 

Deputy Gubernur Senior Destry Damayanti mengatakan intervensi yang tegas dan konsisten akan terus dilakukan melalui transaksi NDF di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward  (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder. 


“Pelemahan rupiah masih aligned dengan regional, secara MTD melemah 0,51%, relatif lebih baik dibandingkan regional,” jelas Destry dalam keterangan resmi, Rabu (4/3/2026). 

Dia menjelaskan cadangan devisa juga tetap terjaga di level US$154,6 miliar pada akhir Januari 2026 dan arus masuk modal asing di pasar keuangan domestik selama 2026 tercatat sejumlah Rp25,7 triliun.