Logo Bloomberg Technoz

Timur Tengah Tegang, Pasar SUN Ikut Goyang

Tim Riset Bloomberg Technoz
02 March 2026 10:26

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Aksi jual terjadi di pasar surat utang negara (SUN) menyusul sentimen risk-off di pasar negera berkembang (emerging markets) lantaran eksalasi perang terbuka antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. 

Imbal hasil (yield) mengalami kenaikan di hampir semua tenor. Tenor 1Y mengalami kenaikan 3,7 basis poin (bps) ke 5,13%, tenor 4Y naik 3,8 bps ke 5,78%, kemudian tenor 2Y juga naik 1,9 bps menjadi 5,12%. 

Kenaikan berlanjut pada tenor 6Y-10Y yang berada di rentang 6,03% hingga 6,44%. Sementara itu, tenor panjang cenderung lebih stabil dengan kenaikan terbatas. Imbal hasil tenor 15Y berada di 6,6% sementara tenor 20Y naik menjadi 6,64%, seperti dalam gambar berikut. 


Di pasar obligasi, kenaikan yield berarti harga sedang turun karena minimnya permintaan atau tekanan jual.

Kenaikan yield (imbal hasil) SUN di hampir semua tenor pada Senin, (2/3/2026). (Bloomberg)

Kondisi ini mencerminkan premi risiko jangka panjang yang masih tinggi. Kenaikan yang terjadi di semua tenor pendek bahwa investor saat ini terbang meninggalkan aset-aset berisiko seperti di pasar Indonesia lantaran ketidakstabilan geopolitik.