Logo Bloomberg Technoz

Menggugat Impor 105.000 Pikap India, ke Mana Arah Industri RI?

Sultan Ibnu Affan
04 March 2026 11:50

Impor Pikap India, Agrinas Klaim Hemat Anggaran Hingga Rp46 T (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Impor Pikap India, Agrinas Klaim Hemat Anggaran Hingga Rp46 T (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga oleh Agrinas bukan sekadar polemik pengadaan barang. Kalangan pakar menyoroti keputusan tersebut lebih dalam: konsistensi pemerintah dalam menjaga industri nasional, dan kemungkinan dorongan politik di balik percepatan kebijakan.

Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu melihat wajar jika kebijakan ini langsung memicu resistensi banyak pihak, mulai dari asosiasi industri hingga serikat pekerja. Menurutnya, langkah impor dalam skala besar terasa kontras dengan kondisi industri otomotif nasional yang justru memiliki ruang produksi 'masih longgar'.

Dengan kapasitas produksi roda empat nasional sekitar 2,35 juta unit per tahun dan penjualan domestik yang belum menyerap secara penuh, ia menilai seharusnya ada ruang untuk mengoptimalkan fasilitas produksi dalam negeri.


"Impor ini belanja negara yg justru berisiko mengurangi ruang pemulihan industri otomotif nasional,” ujar Yannes saat dihubungi Bloomberg Technoz.

Bagi Yannes, persoalan bukan sekadar selisih harga beli antara produk impor dan produksi lokal. Hal yang dipertaruhkan adalah efek berganda terhadap ekonomi domestik—dari utilisasi pabrik, serapan tenaga kerja, hingga penguatan rantai pasok.