Logo Bloomberg Technoz

Wilayah RI yang Diprediksi Alami Musim Kemarau 2026 Lebih Awal

Redaksi
04 March 2026 12:30

Warga melintas di tanah yang kering akibat kemarau di Jonggol, Kab. Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/8/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Warga melintas di tanah yang kering akibat kemarau di Jonggol, Kab. Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/8/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengutarakan beberapa wilayah Indonesia akan mengalami dampak musim kemarau lebih awal pada 2026.

Menurut Deputi Klimatologi BMKG, Dr. Ardhasena Sopaheluwakan, dari hasil pemantauan perkembangan El Niño dalam fase netral, dan El Niño berpeluang terjadi di awal 2026. Hal ini menunjukkan El Niño lemah telah berakhir pada Februari 2026.

“Kapan awal musim kemarau 2026 umumnya terkait erat dengan peralihan angin baratan ke angin timuran atau monsoons Australia,” ujar Ardhasena dalam Konferensi Pers, Rabu (4/3/2026).


Dari 699 zona musim di Indonesia, 144 zona musim akan memasuki musim kemarau pada April 2026.

Meliputi, pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, sebagian kecil Bali, sebagian besar NTT, NTB, sebagian kecil Kalimantan Selatan, dan sebagian kecil Sulawesi Selatan.