Target Produksi Nikel-Batu Bara Beda dari RKAB, ESDM Jelaskan
Azura Yumna Ramadani Purnama
04 March 2026 12:40

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan data target produksi komoditas minerba terutama nikel dan batu bara yang lebih rendah dari Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 disebabkan karena data tersebut merupakan angka awal yang tertuang dalam rencana kerja strategis (renstra) Ditjen Minerba.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menegaskan target produksi bijih nikel dalam RKAB 2026 telah diputuskan sebesar 260—270 juta ton, sementara target produksi batu bara ditetapkan sekitar 600 juta ton.
Dengan begitu, data target produksi bijih nikel sebesar 209 juta ton dan target produksi batu bara sebesar 733 juta ton merupakan angka awal yang belum mengalami revisi.
“Itu kan di Renstra ya. Renstra yang dulu kan kita enggak [memerhitungkan pemangkasan produksi],” ujar Tri kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, dikutip Rabu (4/3/2026).
Sekadar catatan, Kementerian ESDM rupanya menetapkan target produksi bijih nikel pada tahun ini sejumlah 209,08 juta ton, lebih rendah dari Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 sebanyak 260—270 juta ton.





























