Citigroup Beber Penyebab IHSG Tembus Rekor Tapi Rupiah Rontok
Sultan Ibnu Affan
15 January 2026 15:55

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom Citigroup menjelaskan penyebab indeks harga saham gabungan (IHSG) terus menguat, tapi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan.
Kaustubh Kulkarni, Co-Head of Japan, Asia North and Australia (JANA) and Asia South, Investment Banking Coverage Citigroup mengatakan, pelemahan rupiah merupakan suatu mekanisme peredam guncangan di tengah ketidakpastian global.
"Pelemahan mata uang ini pada dasarnya menjadi mekanisme peredam guncangan (shock absorber) di tengah tekanan tarif dan ketidakpastian global," ujarnya dalam konferensi pers Asia South Investment Banking Outlook 2026 secara daring, Kamis (15/1/2026).
Kulkarni mengatakan, fenomena tersebut juga tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga terjadi di negara Asia lain seperti India, Korea Selatan, dan juga Jepang, di mana indeks saham selalu mencetak rekor, namun mata uang lemah.
Dia mengatakan, ketahanan IHSG juga terjadi lantaran negara-negara ini, termasuk Indonesia, masih ditopang oleh pasar domestik yang masih kuat, yang turut diiringi likuiditas memadai.




























