Logo Bloomberg Technoz

Produksi Smelter RI Diproyeksi Anjlok Akibat RKAB 2026 Terlambat

Pramesti Regita Cindy
13 January 2026 11:50

Pabrik peleburan baja cair dari tanur tinggi. Dengan AKI dalam membantu produsen memangkas biaya dan reduksi emisi karton. (Dok: Bloomberg)
Pabrik peleburan baja cair dari tanur tinggi. Dengan AKI dalam membantu produsen memangkas biaya dan reduksi emisi karton. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pelaku industri pengolahan dan pemurnian mineral mengingatkan adanya potensi penurunan kapasitas produksi smelter dalam skala besar apabila penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 tidak segera diselesaikan oleh pemerintah.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian Indonesia (AP3I) Haykal Hubies menjelaskan ketidakpastian RKAB 2026 telah menciptakan risiko berkurangnya produksi di sejumlah smelter, sebagaimana sudah terjadi pada tahun sebelumnya.

"Potensi [pengurangan kapasitas], itu potensi besar sekali. Dan itu kan setahun lalu sudah menunjukkan catatan bahwa memang ada penuruan produksi di beberapa smelter," kata Haykal ketika dihubungi, dikutip Selasa (13/1/2026).


Namun, menurutnya, besaran penurunan kapasitas produksi sulit dipastikan karena hal tersebut sangat bergantung pada seberapa cepat pemerintah menyelesaikan proses penerbitan RKAB tahun ini.

"Saya terus terang tidak bisa menggambarkan; tergantung dari lama atau tidaknya RKAB ini bisa diselesaikan oleh pemerintah. Makin lama, makin tidak bisa terdefinisi dengan baik bagaimana produksi bisa dicapai dalam tahun-tahun ini," ujarnya.

Ilustrasi Peleburan Logam (Sumber: Bloomberg)