Telaah Kerugian Freeport Usai Smelter Manyar Ikut Stop Produksi
Azura Yumna Ramadani Purnama
03 January 2026 16:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar industri mineral dan batu bara (minerba) memandang PT Freeport Indonesia (PTFI) harus memikul beban kerugian yang cukup tinggi gegara smelter perusahaan di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, Jawa Timur harus berhenti beroperasi.
Smelter katoda tembaga single line di Manyar tersebut diharapkan kembali berproduksi pada kuartal II-2026.
Ketua Badan Kejuruan Pertambangan Perhimpunan Insinyur Indonesia (PII) Rizal Kasli berpendapat Freeport harus menanggung beban depresiasi aset smelter yang cukup tinggi, yang ditaksir mencapai Rp2 triliun.
Besaran depresiasi aset tersebut, kata Rizal, belum mencakup perhitungan biaya bunga pinjaman belanja modal atau capital expenditure (capex), biaya operasional atau operating expenditure (opex), serta kewajiban pajak yang tetap harus dibayarkan.
Dia menegaskan beban operasional tersebut harus ditanggung perusahaan ketika smelter kedua perusahaan berhenti produksi dan smelter eksisting PT Smelting hanya beroperasi dengan tingkat utilitas sekitar 30%.





























