Logo Bloomberg Technoz

Trump Pantau Ketat Protes Iran, AS Pertimbangkan Opsi Kuat

News
12 January 2026 10:00

Donald Trump berpidato di retret Partai Republik di Pusat Seni Pertunjukan John F Kennedy, Selasa (6/1/2026). (Alex Wong/Getty Images/Bloomberg)
Donald Trump berpidato di retret Partai Republik di Pusat Seni Pertunjukan John F Kennedy, Selasa (6/1/2026). (Alex Wong/Getty Images/Bloomberg)

María Paula Mijares Torres dan Courtney Subramanian - Bloomberg News

Bloomberg, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat tengah memantau ketat situasi di Iran. Ia menegaskan sedang mengkaji berbagai opsi, saat negara tersebut menghadapi gelombang protes nasional terbesar sejak tahun 2022 yang kini telah memasuki minggu ketiga.

“Kami melihat hal ini dengan sangat serius. Pihak militer sedang mengkajinya, dan kami sedang mempertimbangkan beberapa opsi yang sangat kuat,” ujar Trump kepada wartawan pada hari Minggu (11/1) di atas pesawat kepresidenan Air Force One dalam perjalanan kembali ke Washington. “Kami akan segera membuat keputusan.”


Aksi protes massa yang melanda Iran awalnya dipicu oleh krisis mata uang dan keruntuhan ekonomi. Namun, tuntutan massa kini semakin mengarah pada penggulingan sistem pemerintahan, menjadikannya tantangan paling serius bagi Iran sejak revolusi tahun 1979.

Lebih dari 540 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 10.000 orang ditangkap dalam gelombang protes tersebut, menurut Human Rights Activist News Agency yang memantau demonstrasi di 186 kota di seluruh 31 provinsi Iran. Akses komunikasi masih sebagian besar terputus, sehingga menyulitkan pemantauan skala penuh pergerakan protes.