Demonstrasi Iran Masuk Pekan Ketiga, 544 Orang Dilaporkan Tewas
News
12 January 2026 07:00

Kevin Whitelaw dan Arsalan Shahla - Bloomberg News
Bloomberg, Korban jiwa dalam demonstrasi nasional di Iran dilaporkan telah mencapai 544 orang menurut data aktivis, seiring protes yang memasuki pekan ketiga. Gelombang unjuk rasa ini kini menjadi salah satu tantangan paling serius bagi rezim Teheran dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan laporan dari Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di AS, lebih dari 10.000 orang telah dipenjara. Pemantauan dilakukan di 186 kota yang tersebar di seluruh 31 provinsi di Iran. Menanggapi situasi ini, Teheran telah memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk tidak melakukan intervensi apa pun.
Upaya pelacakan skala penuh terhadap gerakan protes ini terhambat oleh pemutusan akses komunikasi di seluruh negeri. Sabtu (10/1) malam menandai puncak intensifikasi demonstrasi setelah adanya seruan dari Reza Pahlavi, putra mendiang Syah Iran yang kini di pengasingan, untuk menduduki pusat-pusat kota dan melakukan aksi mogok.
“Meskipun benar-benar terputus dari dunia luar dan internet dimatikan, bagi rezim yang membantai rakyatnya sendiri, ini adalah kesempatan untuk membebaskan bangsa tersebut,” ujar Pahlavi dalam wawancara di Fox News, Minggu (11/1).































