Logo Bloomberg Technoz

Gegara RKAB 2026 Telat, Nikel Diramal Segera Tembus US$19.000

Azura Yumna Ramadani Purnama
07 January 2026 12:50

Kepingan nikel dipamerkan selama acara hari investor di Bursa Efek New York (NYSE)./Bloomberg-Michael Nagle
Kepingan nikel dipamerkan selama acara hari investor di Bursa Efek New York (NYSE)./Bloomberg-Michael Nagle

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas memprediksi harga nikel dunia terus bergerak menguat hingga menyentuh US$18.000—US$19.000 per ton akibat lambatnya penerbitan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026 hingga menyebabkan perusahaan nikel menyesuaikan produksi, bahkan harus menyetop operasional sementara.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan jika RKAB perusahaan tambang nikel tidak kunjung terbit hingga akhir masa relaksasi pada 31 Maret 2026, harga logam dasar tersebut berpotensi terus menanjak hingga menyentuh US$19.000/ton.

Dia memprediksi kondisi tersebut berpotensi membuat pasokan nikel dari Indonesia ke pasar global sedikit tertahan, terlebih terdapat rencana pemangkasan produksi bijih nikel yang ingin dilakukan pemerintah pada tahun ini.


“Ini yang kemungkinan besar akan membuat nikel ini kembali naik. Nah, dalam tiga bulan kemungkinan besar ya itu ada US$2.000-an, kalau sekarang US$17.000 mungkin ya itu bisa mencapai di US$19.000-an sampai tiga bulan ke depan,” kata Ibrahim ketika dihubungi, Rabu (7/1/2026).

Lonjakan harga nikel awal 2026./dok. Bloomberg

Dihubungi terpisah, analis Komoditas Doo Financial Futures Lukman Leong menyatakan Indonesia merupakan negara pemasok lebih dari 50% nikel global.