Ekonom Bicara Dampak Debt Switching pada Kepercayaan Investor
Pramesti Regita Cindy
26 February 2026 09:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom menilai kebijakan pemerintah melakukan transaksi pertukaran surat utang negara (debt switching) berimplikasi terhadap persepsi dan kepercayaan investor, terutama di tengah tingginya utang jatuh tempo pemerintah pada 2026 yang mencapai Rp833,96 triliun.
Menurut Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro, disiplin fiskal akan menjadi faktor kunci terkait kepercayaan terhadap Investor. Investor, kata dia, akan mencermati kemampuan pemerintah menjaga penerimaan negara, khususnya dari sektor perpajakan, agar tetap sesuai target.
"Kalau pemerintah bisa meyakinkan dengan track penerimaan pajak dan perpajakannya juga yang memang lebih sesuai lah ya, dengan target misalnya, ya saya rasa itu akan mengurangi juga tensinya ya dari sisi risiko fiskal tadi," kata Andry dalam agenda buka puasa bersama media di Jakarta, Rabu (25/2/2026) sore.
Meski demikian, ia mengakui tetap ada potensi munculnya risk premium ke depan, tergantung pada bagaimana pasar menilai keberlanjutan kebijakan fiskal pemerintah.
Namun, menurut Andry langkah debt switching di satu sisi membantu mengurangi tekanan pembiayaan pemerintah dalam jangka pendek. Tanpa skema tersebut, beban pembiayaan berpotensi meningkat signifikan.




























