Logo Bloomberg Technoz

Apa itu Agentic AI dan Sejumlah Peluang hingga Tantangan

Farid Nurhakim
26 February 2026 11:50

Ilustrasi Agentic AI berdampak negatif salah satunya otomasi tak terkontrol hingga mengancam PHK manusia di masa depan (Diolah)
Ilustrasi Agentic AI berdampak negatif salah satunya otomasi tak terkontrol hingga mengancam PHK manusia di masa depan (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Teknologi yang berkembang pesat seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), robotika, dan sistem otonom mendefinisikan ulang bagaimana bisnis beroperasi, cara tugas dilakukan, dan keterampilan apa yang dibutuhkan untuk tetap kompetitif. Hal ini sejalan dengan pergeseran dari tahap eksperimen ke integrasi alur kerja—termasuk penyebaran agen AI (agentic AI)—di mana kemajuan teknologi ini menciptakan peluang pertumbuhan dan risiko baru.

Menurut survei Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) dalam laporannya bertajuk “Four Futures for Jobs in the New Economy: AI Talent in 2030”, lebih dari separuh eksekutif bisnis di seluruh dunia, tepatnya 54,3%, memprediksi artificial AI bakal menggantikan pekerjaan yang ada.

Sekitar 23,5% memperkirakan AI akan menciptakan profesi baru, dinukil laman resmi, Kamis (26/2/2026). Lantas, terdapat 44,6% menyebut soal peningkatan margin keuntungan sebagai dampak yang mungkin terjadi dari kecerdasan buatan. Lalu, ada 12% mengungkapkan AI bakal menyebabkan kenaikan upah.


Sementara itu, laporan tersebut membeberkan empat skenario yang masuk akal untuk masa depan pekerjaan di persimpangan kemajuan AI dan kesiapan tenaga kerja, serta merinci potensi lintasan pada 2030 mendatang. Salah satunya pada skenario kedua; era penggantian tenaga kerja, di mana perkembangan kecerdasan buatan yang eksponensial melampaui kapasitas angkatan kerja untuk beradaptasi. 

Dalam skenario tersebut, WEF mengatakan bisnis bakal berlomba-lomba untuk melakukan otomatisasi sebagai pengganti talenta yang langka, menggantikan pekerja lebih cepat daripada kemampuan sistem pendidikan dan pelatihan ulang untuk merespons.