Logo Bloomberg Technoz

Bahlil: Tak Hanya AS, RI Bisa Impor Bioetanol Dari Negara Lain

Azura Yumna Ramadani Purnama
21 February 2026 12:00

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat bertemu awak media di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/2/2026). (Bloomberg Technoz/Dovana Hasiana)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat bertemu awak media di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/2/2026). (Bloomberg Technoz/Dovana Hasiana)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan impor bioetanol yang akan dilakukan Indonesia tak terbatas hanya diperoleh dari Amerika Serikat (AS), tetapi juga bisa didatangkan dari negara lain.

Bahlil memberikan catatan, impor tersebut hanya bisa dilakukan untuk menambal kekurangan pasokan bioetanol domestik yang produksinya masih rendah.

Bioetanol tersebut dibutuhkan untuk menjalankan mandatori pencampuran bensin dengan bioetanol sebesar 5–10% atau E5–E10 yang akan diterapkan mulai 2028.


“Namun sampai dengan produksi kita bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka ruang untuk kita melakukan impor boleh saja, termasuk di impor dari Amerika. Sampai dengan kebutuhan produksi kita dalam negeri terpenuhi. Ini parallel saja sebenarnya, parallel saja biasa,” kata Bahlil dalam konferensi pers secara daring di AS, Jumat (21/2/2026) waktu setempat.

Impor bioetanol dari AS tersebut menjadi salah satu poin kesepakatan dagang timbal balik atau agreement on reciprocal trade, yang terkait dengan kesepakatan tarif resiprokal AS.