Sri Mulyani Buka Suara Soal Kesepakatan Tarif Dagang RI-AS
Pramesti Regita Cindy
25 February 2026 15:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara terkait dinamika negosiasi tarif dagang internasional hingga akhirnya mencapai kesepakatan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).
Indonesia dan AS belum lama ini menyepakati perjanjian tarif resiprokal atau Agreement on Reciprocal Tariff (ART) pada Kamis (19/2/2026) waktu setempat.
Dalam podcast Oxford Policy Pod, dikutip Rabu (25/2/2026), Sri Mulyani mengungkapkan alasannya menolak klausul-klausul yang dinilai berpotensi merugikan Indonesia selama periode pembahasan berlangsung, termasuk ketentuan yang kerap disebut sebagai poison clauses atau klausul beracun.
Ia menjelaskan, selama ini perdagangan dunia berjalan berdasarkan aturan yang dikoordinasikan oleh World Trade Organization (WTO). Walaupun sistem itu belum sempurna, aturan tersebut sudah disepakati bersama oleh banyak negara.
Namun, kebijakan tarif yang diterapkan AS secara sepihak dinilai mengubah sistem tersebut. Akibatnya, banyak negara kini terpaksa berada di antara dua pilihan, yakni memilih tetap mengandalkan mekanisme bersama melalui WTO atau bernegosiasi langsung secara bilateral dengan AS.





























