Logo Bloomberg Technoz

Bahlil Bidik Pabrik Baterai CATL Beroperasi Semester I-2026

Azura Yumna Ramadani Purnama
08 January 2026 14:58

Papan logo untuk Contemporary Amperex Technology Co. (CATL)./Bloomberg-Qilai Shen
Papan logo untuk Contemporary Amperex Technology Co. (CATL)./Bloomberg-Qilai Shen

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan pabrik baterai listrik terintegrasi garapan konsorsium yang dipimpin Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) beroperasi pada semester I-2026.

Proyek rakitan baterai kendaraan listrik itu menjadi bagian hilir dari kesepakatan kerja sama CATL bersama dengan Indonesia Battery Corporation (IBC), yang belakangan disebut dengan Proyek Dragon.

Investasi raksasa baterai China itu pada Proyek Dragon dilakukan lewat Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co Ltd (CBL), usaha patungan bersama dengan Brunp dan Lygend. Dua perusahaan yang disebut terakhir punya keahlian pada pembuatan bahan baku baterai setrum. 


“Khusus untuk hilirisasi nikel, ekosistem baterai mobil yang tahun kemarin di-groundbreaking oleh bapak Presiden Prabowo di Karawang yang punya CATL direncanakan pada semester I-2026 itu sudah kita resmikan,” kata Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (8/1/2026).

Proyek Dragon diperkirakan menelan investasi US$6 miliar atau sekitar Rp98,58 triliun (asumsi kurs Rp16.430 per dolar AS).

Usaha Patungan Proyek Dragon (Bloomberg Technoz)