Logo Bloomberg Technoz

Penambang Nikel-Batu Bara Keberatan RKAB Dipangkas, Bahlil Jawab

Mis Fransiska Dewi
14 February 2026 08:30

Ilustrasi tambang nikel (Bloomberg)
Ilustrasi tambang nikel (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait dengan keluhan Asosiasi Pertambangan Indonesia atau Indonesia Mining Association (API-IMA) mengenai keputusan pemerintah yang memangkas rencana produksi nikel dan batu bara periode 2026.

“Kita kan sudah memutuskan. Saya kan katakan bahwa [keputusan tersebut didasari pertimbangan] supply and demand,” kata Bahlil di sela kegiatan Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2/2026). 

Bahlil menegaskan ketika produksi terus digenjot, harga nikel dan batu bara akan anjlok. Dalam kaitan itu, dia berdalih hasil kekayaan negara tidak boleh dijual dengan murah. 


“Pengelolaan tambang ini kan harus berkesinambungan. Ada anak cucu kita juga yang harus melanjutkan bangsa ini ya,” ucap Bahlil.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat bertemu awak media di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/2/2026). (Bloomberg Technoz/Dovana Hasiana)

Sebelumnya, Direktur Eksekutif IMA Sari Esayanti mengatakan penurunan kuota produksi nikel dan batu bara secara signifikan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 bakal berpengaruh pada perencanaan jangka panjang perusahaan tambang.