Penyebab Rupiah Tertekan Hari Ini
Tim Riset Bloomberg Technoz
05 January 2026 16:55

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah di pasar spot masih tertekan dan melemah 0,9% di level Rp16.740/US$ pada penutupan perdagangan Senin (5/1/2026).
Tidak hanya rupiah, mayoritas mata uang di pasar Asia juga bergerak di zona merah di awal pekan ini. Peso Filipina memimpin pelemahan terdalam di Asia dengan penurunan sebesar 0,42%. Disusul, ringgit Malaysia turun 0,42%, dolar Taiwan terkoreksi 0,41% dan won Korea Selatan turun 0,17%. Lalu rupee India terpeleset sebesar 0,09%, terakhir dolar Singapura turun tipis 0,05%.
Sementara dari zona hijau, baht Thailand menguat sebesar 0,57%, dan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar. Renminbi China menyusul dengan kenaikan 0,10%, dan dolar Hongkong yang menguat tipis 0,05% terhadap dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah makin menunjukkan kuatnya sentimen global dengan adanya ketidakpastian geopolitik yang terjadi pasca penangkapan Presiden Venezuela oleh Presiden AS.
Dari sisi domestik, terbitnya data inflasi dan ekspor-impor turut membebani laju rupiah hari ini. Meski surplus perdagangan Indonesia tercatat melebar menjadi US$2,66 miliar pada November 2025, namun angka ini di bawah hasil konsesus pasar sebesar US$2,98 miliar.



























