Logo Bloomberg Technoz

Obligasi dan Rupiah Dilanda Aksi Jual Hari Ini

News
05 January 2026 11:36

Ilustrasi Surat Utang (Diolah)
Ilustrasi Surat Utang (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar keuangan Indonesia bergejolak pada hari kelima tahun 2026 ini, di tengah ketidakpastian geopolitik akibat ketegangan yang terjadi antara Venezuela dan Amerika Serikat (AS). 

Rupiah melemah di perdagangan spot Senin (5/1/2026) di Rp16.756/US$ setelah sempat dibuka menguat tipis di level Rp16.709/US$. Pelemahan rupiah menyusul mayoritas mata uang Asia yang kompak memerah, kecuali baht Thailand, dolar Taiwan, renminbi China, dan dolar Hong Kong. 

Nilai tukar rupiah dan mata uang Asia lainnya, pada Senin (5/1/2026). (Sumber: Bloomberg)

Aksi jual juga melanda pasar surat utang negara. Para investor ramai menjual surat utang di hampir semua tenor dan berimbas pada kenaikan imbal hasil (yield). 


Mengacu data Bloomberg, yield tenor 1Y turun 3,7 basis poin (bps) menjadi 4,8%, tenor 2Y turun 1,6 bps menjadi 5,12%, tenor 3Y turun 2,3 bps menjadi 5,32%, dan tenor 4Y turun 7,1 bps menjadi 5,37%. 

Kenaikan yield hampir semua tenor pada pasar surat utang, Senin (5/1/2026).

Kenaikan yield juga terjadi pada tenor panjang seperti 12Y dan 13Y masing-masing turun 10,2 bps menjadi 6,36% dan 10,1 bps ke 6,44%. Meski begitu, masih ada beberapa tenor yang mengalami penurunan yield. Di antaranya tenor 5Y turun 3,8 bps menjadi 5,48%, dan 7Y turun 2,9 bps ke 6,02%.