BI Pandang Rupiah Sudah Terlalu Lemah Alias Undervalued
Pramesti Regita Cindy
19 February 2026 14:28

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih cenderung melemah. Bank Indonesia (BI) memandang pelemahan rupiah sudah agak 'keterlaluan', tidak mencerminkan fundamental ekonomi Ibu Pertiwi.
Gubernur Perry Warjiyo menyebut, rupiah kemarin ditutup di posisi Rp 16.880/US$. Melemah 0,65% dibandingkan posisi akhir Januari.
"Pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh ketidakpastian pasar keuangan global di tengah meningkatnya permintaan valas korporasi sejalan dengan peningkatan aktivitas ekonomi," tegas Perry dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi Februari, Kamis (19/2/2026).
Perry menegaskan bahwa rupiah sudah kelewat 'murah' alias undervalued. Posisi rupiah saat ini dinilai sudah tidak sesuai dengan realitas ekonomi Indonesia.
"Rupiah sudah undervalued dibandingkan dengan fundamental perekonomian Indonesia. Termasuk konsistensi dalam menjaga inflasi di kisaran 2,5 plus minus 1%," ungkapnya.



























