Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Mulai Lesu Tertekan Faktor Eksternal

Tim Riset Bloomberg Technoz
05 January 2026 09:36

Karyawan memberikan uang rupiah dan dolar AS kepada nasabah di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memberikan uang rupiah dan dolar AS kepada nasabah di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah di perdagangan spot menguat tipis pada pembukaan pagi ini, Senin (5/1/2026). Rupiah dibuka menguat 0,1% di Rp16.709/US$. 

Setelah beberapa menit dibuka menguat, mata uang Nusantara berbalik melemah 0,02%. Di tengah penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS) 0,1% di posisi 98.543, rupiah bergabung dengan mayoritas mata uang Asia lainnya.

Dari zona merah, pelemahan dipimpin oleh ringgit Malaysia sebesar 0,27%, won Korea Selatan 0,21%, dolar Singapura 0,16%, yen Jepang 0,13%, offshore renminbi China 0,11%, dan peso Filipina 0,04%.


Sementara dari zona hijau, baht Thailand menguat 0,18%, dolar Taiwan 0,10%, renminbi China 0,08%.

Nilai tukar mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS tertekan pada perdagangan Senin (5/1/2026). (Sumber: Bloomberg).

Hampir semua mata uang Asia tertekan hari ini. Tekanan eksternal datang dari luar kawasan.