Logo Bloomberg Technoz

Australia Kaji Opsi Alternatif Usai Trump Kerek Tarif 15%

News
22 February 2026 13:00

Ilustrasi peti kemas (kontainer) di Pelabuhan. (SeongJoon Cho/Bloomberg)
Ilustrasi peti kemas (kontainer) di Pelabuhan. (SeongJoon Cho/Bloomberg)

Angus Whitley -- Bloomberg News

Bloomberg, Pemerintah Australia mengatakan akan “memeriksa semua opsi” setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif sebesar 15% atas impor asing.

“Kami secara konsisten telah menyuarakan penolakan terhadap tarif yang tidak dapat dibenarkan ini,” kata Menteri Perdagangan Australia Don Farrell dalam sebuah pernyataan pada Minggu.


“Kami bekerja sama erat dengan Kedutaan Besar kami di Washington untuk menilai implikasinya dan mempertimbangkan semua opsi.”

Trump mengumumkan tarif 15% tersebut satu hari setelah mengungkapkan tarif global sebesar 10% atas barang-barang dari luar negeri pada Jumat.