Logo Bloomberg Technoz

Masuk Hari Kelima 2026, Begini Ramalan Nasib Rupiah

Tim Riset Bloomberg Technoz
05 January 2026 08:14

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Memasuki hari kelima 2026, rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) menguat terbatas. 

Rupiah di pasar offshore pada Senin (5/1/2026) menunjukkan penguatan sebesar 0,05% dan ditawarkan di Rp16.710/US$ untuk kontrak sebulan. Padahal dolar Amerika Serikat (AS) juga masih cukup garang dan menguat 0,1% di posisi 98.543. 

Biasanya sentimen di pasar NDF akan memengaruhi pergerakan harga di pasar spot. Namun, kondisi awal tahun ini mungkin sedikit berbeda. 


Meski menguat terbatas, pasar nampaknya masih akan memasang mode waspada terhadap volatilitas global yang terjadi akhir pekan lalu antara Venezuela dan AS. Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro oleh Washington menjadi salah satu bentuk ketidakstabilan geopolitik.

Kondisi ini dapat menyebabkan lonjakan ketidakpastian dan menyalakan alarm global risk-off bagi investor dan dapat memengaruhi pasar negara berkembang.