Rupiah Melemah ke Atas Rp16.900/US$ Kala Pembukaan Pasar
Tim Riset Bloomberg Technoz
19 February 2026 09:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menyusut, lantaran indeks dolar AS menguat dalam beberapa hari terakhir.
Rupiah menyusut 0,2% dan dibanderol Rp16.917/US$ dalam pembukaan perdagangan spot hari ini, Kamis (19/2/2026), menandai hari kedua pelemahannya di pekan perdagangan yang pendek ini. Kemarin, rupiah ditutup terdepresiasi 0,27% dan menjadi yang terlemah di pasar Asia dalam penutupan perdagangan.
Pelemahan rupiah terjadi lantaran sentimen eksternal menguatnya dolar AS yang disokong oleh data pertumbuhan ekonomi yang cukup solid di level 2,7% sepanjang 2025. Meski penciptaan lapangan kerja tak bergerak, konsumsi rumah tangga yang cukup reisilien, serta gelombang investasi berbasis kecerdasan buatan cukup menopang perekonomian AS.
Ironisnya, perkembangan AI dan investasi di sektor itu yang justru memicu tekanan pada lapangan kerja malah memperkuat posisi tawar dolar AS lantaran terjadi kenaikan produktivitas tanpa lonjakan angka upah yang berarti.
Agaknya pertumbuhan AS yang solid dan daya tarik imbal hasil aset berbasis dolar mendorong investor global mempertahankan alokasi investasinya ke pasar AS. Di saat margin laba korporasi tinggi dan indeks saham terus menguat, aset dolar menjadi pilihan yang lebih menarik dibandingkan instrumen di negara berkembang.
































