Logo Bloomberg Technoz

Wacana Stop Impor Solar: Tata Kelola Kilang di RI Disorot

Azura Yumna Ramadani Purnama
03 January 2026 20:00

Kilang Balongan./Bloomberg-Dimas Ardian
Kilang Balongan./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Center of Reform on Economics (Core) mendorong PT Pertamina (Persero) agar dapat mengelola kilang dengan efisien ketika kebijakan pemberhentian impor solar resmi diterapkan pada 2026.

Ekonom energi Core Muhammad Ishak Razak menyatakan hal tersebut perlu dilakukan guna membuat harga jual solar yang ditawarkan Pertamina ke operator stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) swasta efisien dan tidak lebih mahal daripada pengadaan impor.

“Catatannya, jika swasta diwajibkan membeli dari Pertamina, maka monopoli suplai ini berpotensi merugikan konsumen jika tidak disertai dengan efisiensi Pertamina dalam pengilangan sehingga harga jual lebih mahal daripada pengadaan impor oleh swasta,” kata Ishak ketika dihubungi, dikutip Sabtu (3/1/2025)


Untuk itu, Ishak mendorong agar mekanisme penetapan harga jual yang ditawarkan Pertamina harus transparan dan adil untuk mengurangi risiko praktik monopoli.

“Sehingga kepentingan konsumen dan badan usaha swasta dapat terlindungi,” ungkap Ishak.

Pompa pengisian bahan bakar diesel atau solar./dok. Bloomberg