Logo Bloomberg Technoz

RI Mau Borong Migas AS, Ongkos Angkut Bisa Naik Jadi US$3/Barel

Azura Yumna Ramadani Purnama
24 February 2026 13:10

Kapal minyak. (Bloomberg)
Kapal minyak. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Praktisi senior industri migas Hadi Ismoyo mengingatkan harga dan ongkos logistik komoditas energi Amerika Serikat (AS) telak bakal lebih mahal jika dibandingkan dengan pembelian yang biasanya dilakukan dari pasar Timur Tengah maupun Asia Tenggara.

Hadi mengalkulasikan biaya logistik pengangkutan minyak mentah atau crude oil dari AS akan naik menjadi US$1—US$3 per barel dari rata-rata ongkos yang dikeluarkan Indonesia sebelumnya senilai US$0,7/barel.

Biaya pengangkutan komoditas energi dari AS yang lebih mahal dipengaruhi oleh jarak yang lebih jauh, biaya pengapalan yang lebih tinggi, serta biaya asuransinya.


“[Pemerintah] perlu mengkaji dengan saksama harga komoditas energi tersebut di AS, dengan mengesampingkan logistic cost. Apakah harga komoditas energi tersebut sama atau lebih murah dari Asia Tenggara dan Timur Tengah?” kata Hadi yang juga Direktur Utama PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC)  ketika dihubungi, Selasa (24/2/2026).

Hadi menyatakan besar–kecilnya biaya logistik yang dikeluarkan dalam proses impor migas dari AS akan ditentukan titik pengambilan komoditas, apakah di pesisir Barat atau Timur negara tersebut.