“Makanya saya santai, santai, disebut-sebut tidak pernah diajak bicara dan tidak mengerti,” ujar Nusron.
Dalam kesempatan yang sama, Nusron mengatakan juga tidak pernah diajak berbicara mengenai isu ini dengan lingkaran pemerintahan atau Istana, meski tidak menjelaskan siapa yang dimaksud.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menampik keterkaitan isu Munaslub Golkar dengan Istana.
Menurut Prasetyo, pemerintah sama sekali tidak cawe-cawe dengan dinamika partai politik di Indonesia; meski bagian dari koalisi pemerintah.
Dia menilai, isu Munaslub Partai Golkar lebih baik dikonfirmasi kepada para elit partai berlambang pohon beringin tersebut.
Kabar Munaslub Partai Golkar terus berhembus di awal Pemerintahan Prabowo Subianto. Partai berlambang pohon beringin tersebut nampaknya ingin kembali mengganti pengisi jabatan ketua umum.
Padahal, Bahlil baru menjabat kurang dari satu tahun. Dia menjadi ketua umum menggantikan Airlangga Hartarto yang tiba-tiba mengundurkan diri meski berhasil membawa Golkar menjadi pemenang kedua Pemilu Legislatif 2024 dan meloloskan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden terpilih pada Pemilu 2024.
Bahlil sendiri saat itu bukanlah elite Partai Golkar yang memiliki jabatan strategis di internal partai. Namanya mencuat belakangan lantaran dekat dengan Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi saat itu.
Bahlil resmi terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional (Munas) XI yang dilaksanakan pada 20-21 Agustus 2024.
(dov/naw)




























