Proses pengadilan sebelumnya dihentikan dua kali karena adanya alarm kebakaran.
Kuasa hukum Ong meminta hakim untuk mempertimbangkan kondisi medisnya dalam menjatuhkan vonis, merekomendasikan hukuman penjara selama enam pekan dengan pengakuan bersalah. Jaksa mengakui diagnosis kanker Ong sebagai faktor yang meringankan hukuman.
Skandal korupsi terburuk di Singapura dalam beberapa dekade itu menggemparkan negara kota tersebut, yang berusaha membangun reputasi global sebagai negara tanpa toleransi terhadap korupsi.
Bagaimana pengusaha kelahiran Malaysia ini dijatuhi hukuman juga akan mempengaruhi kendalinya atas kerajaan bisnis yang membentang dari pusat keuangan Asia Tenggara hingga pengembangan mewah di pusat London dan resor di Maladewa.
Menurut Bloomberg Billionaires Index, Ong memiliki kekayaan bersih sebesar US$1,5 miliar.
Pada tahun 2024, Iswaran dijatuhi hukuman satu tahun penjara karena menerima hadiah dari Ong, yang juga mencakup barang-barang seperti sepeda Brompton dan tiket balapan.
Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong, yang memenangkan uji elektoral pertamanya sebagai PM pada Mei, telah memperingatkan para anggota parlemen dari Partai Aksi Rakyat (PAP) yang berkuasa untuk memisahkan sikap politik publik mereka dari kepentingan pribadi, profesional, atau bisnis, dan waspada terhadap potensi konflik kepentingan.
Ong masih memiliki pengaruh yang signifikan di Singapura. Perusahaannya terus menyelenggarakan balapan Grand Prix tahunan, yang ia bantu hadirkan ke kota tersebut pada 2008 berkat persahabatan dekatnya dengan mantan bos F1 Bernie Ecclestone. Perpanjangan kontrak balapan multitahun yang disepakati dengan Kementerian Pariwisata Singapura dijadwalkan berakhir pada 2028.
Hotel Properties juga mengantongi persetujuan awal untuk mengembangkan aset-aset unggulan di bagian penting kawasan perbelanjaan utama Singapura, Orchard Road, pada tahun 2023. Namun, Bloomberg News melaporkan bahwa perusahaan tersebut sedang berusaha menjual sahamnya.
Hukuman berat bisa mempersulit Ong untuk mempertahankan kendali atas kerajaan bisnisnya. Analis DBS Group Holdings Ltd pada Mei menilai ketidakhadiran penerus yang jelas dan kurangnya keterlibatan aktif anak-anak Ong di Hotel Properties memungkinkan pihak luar mengambil alih perusahaan atau portofolio Orchard Road perusahaan tersebut dijual. Saham perusahaan yang jarang diperdagangkan ini terbang lebih dari 50% tahun ini.
Hotel Properties menjalin hubungan erat dengan investor Singapura seperti Temasek Holdings Pte. Pada 2021, Ong memimpin akuisisi aset properti perusahaan media milik negara Singapore Press Holdings Ltd senilai S$3,9 miliar, bekerja sama dengan dua unit Temasek, meski Hotel Properties telah melepas sahamnya dalam konsorsium tersebut pada awal tahun ini.
Temasek dan Hotel Properties juga masing-masing mengendalikan 30% saham joint venture atau perusahaan patungan yang mengawasi pengembangan multiguna besar di London yang kini dikenal sebagai Bankside Yards.
(bbn)





























