Bursa Singapura Dekati Rekor, Safe Haven di Tengah Gejolak Global
News
13 April 2026 07:10

Bernadette Toh dan Marcus Wong - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Singapura kini berada di ambang rekor tertinggi baru. Aset-aset di negara kota tersebut semakin dipandang sebagai tempat perlindungan aman (safe haven) oleh para investor di tengah meningkatnya volatilitas pasar global.
Sejak pecahnya perang Iran pada akhir Februari lalu yang memicu lonjakan harga energi dunia, ekuitas Singapura menjadi yang paling tangguh di kawasan dengan tingkat penurunan terendah. Singapura berpeluang menjadi pasar utama Asia pertama yang mencetak rekor tertinggi sejak konflik bermula, didukung oleh kinerja dolar Singapura yang melampaui mata uang negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Kondisi ini terjadi setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran gagal mencapai kesepakatan akhir pekan lalu. Donald Trump bahkan menyatakan bahwa AS akan memulai blokade angkatan laut penuh di Selat Hormuz yang strategis, sebuah langkah yang diprediksi akan memicu babak baru kekacauan pasar global.
Singapura diuntungkan oleh dua faktor utama. Pertama, program pengembangan pasar ekuitas (Equity Market Development Programme - EMDP) yang dibentuk tahun lalu diperkirakan akan menyuntikkan dana miliaran dolar untuk mendongkrak valuasi dan daya tarik bagi investor. Kedua, komposisi indeks utama Singapura yang didominasi oleh saham-saham dengan dividen tinggi, seperti DBS Group Holdings dan OCBC, yang mencakup lebih dari 40% bobot indeks.






























