Logo Bloomberg Technoz

Dilirik China, Hilirisasi Bauksit RI Lebih Kompleks dari Nikel

Azura Yumna Ramadani Purnama
22 April 2026 15:30

Bak elektrolisis di bengkel elektrolisis di smelter Aluminium Dunkerque SAS di Dunkirk, Prancis./Bloomberg-Nathan Laine
Bak elektrolisis di bengkel elektrolisis di smelter Aluminium Dunkerque SAS di Dunkirk, Prancis./Bloomberg-Nathan Laine

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Bauksit Indonesia (ABI) meyakini hilirisasi bauksit tidak bakal berujung jenuh seperti hilirisasi nikel gegara serbuan investasi dari China, sebab industri bauksit terbilang lebih kompleks dibandingkan dengan nikel.

Ketua Umum ABI Ronald Sulistyanto mengatakan biaya pembangunan pabrik pengolahan bauksit juga terbilang lebih mahal jika dibandingkan dengan pembangunan smelter nikel.

Dia menjelaskan penambang bauksit saat ini sangat menjaga produksi bjih, bahkan produksi nasional diharapkan paling tinggi hanya sebesar 40 juta per tahun atau setara dengan besaran ekspor tertinggi yang pernah dilakukan Indonesia.


Dia mengungkapkan jika produksi bijih bauksit nasional dikerek menjadi sekitar 40—45 juta ton per tahun, cadangan bijih bauksit sekitar 2,86 miliar ton baru akan habis dalam 60 tahun mendatang.

Adapun, saat ini terdapat tiga pabrik pengolahan bauksit dengan kapasitas bijih sekitar 30 juta ton.